Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengenalan KWH Meter Listrik ( APP ) - Sesi 2

5. Ketentuan peralatan

 5.1 Trafo arus ( CT )

Pada umunya CT yang digunakan oleh PLN menggunakan CT Kelas 0,5

5.2 Trafo tegangan ( PT )


  • Untuk pengukuran tegangan rendah digunakan kelas 1 
  • Untuk pengukuran tegangan menengah / tinggi kelas 0,5 bila digunakan untuk pengukuran dan pembatasan daya harus mempunyai 2 kumparan skunder

5.3 Pemutus arus

Harus memenuhi spesifikasi :

a.Prinsip kerja kurva gabungan termal dan tanpa waktu tunda
b.Karakteristik teknis

-Frekuensi 40 - 60 hz

-Kapasitas kerja : 6 kA pada 220V  dan cos j = 0,85

-Tegangan kerja : dapat kerja s.d. 440 V ac
c.Jenis pemutus arus
  • Untuk pembatas s.d. 100 A dipakai MCB (mini circuit breaker)
  • Untuk pembatas diatas 100 Adipakai MCCB (moulded cast circuit breaker), pelebur tr, pemutus tanpa pelebur (NFB = no fuse breaker) yang bisa di setel.



5.4 KWH Meter

adalah alat pengukur energi listrik yang mengukur secara langsung hasil kali tegangan, arus factor kerja,kali waktu yang tertentu (UI Cos φ t) yang bekerja padanya selama jangka waktu tertentu tersebut


Keterangan Gambar :

  • M        =  Magnit permanent
  • Cp       =  inti besi kumparan tegangan
  • Wp     =  kumparan tegangan yang dapat dianggap sebagai reaktansi murni, karena lilitan cukup besar
  • Cc       =  Inti besi kumparan arus
  • Wc     =  kumparan arus
  • Ip       =  arus yang mengalir melalui Wp
  • I         =  Arus beban yang mengalir melalui Wc
  • F        = Kumparan penyesuaian fasa yang diberi tahanan R
  • RGS          =   Register
  • 1L & 2S     =   Terminal sumber daya masuk
  • 2L & 1S     =   Terminal daya keluar 









 

Posting Komentar untuk "Pengenalan KWH Meter Listrik ( APP ) - Sesi 2"